OPINI

Pelabel, Golongan Manusia? Bermanfaat ?

Hai Good Friends

YYah kita bahas fenomena satu ini yang tak usai usai, pilpres 2024 masih jauh tapi sepertinya masih banyak yang terpengaruh dengan propaganda pecah belah sebelumnya sering di dengar dengan label kampret vs cebong dst. Miris yang jelas di rugikan adalah umat islam menjadi saling beradu, sekarang pun masih saja orang kurang kerjaan yang masih belum move on setelah keduanya paslon akur, sungguh sangat tidak nyaman bukan?

Hampir banyak yang terpengaruh dan asyik mengikuti ritme tersebut seakan akan merasa sudah menjadi bagian perjuangan dengan memaki saudaranya yang lain, moral adab menjadi rusak karena membuat lupa diri bahwa sejatinya dia juga seorang muslim, benar benar salah dan benar sudah tidak bisa di bedakan lagi.

Apa yang salah? Saya pun masih mencari tahu dengan logika saya.

Apakah perjuangan tidak bisa dengan membuat tindakan nyata yang bermanfaat untuk orang banyak, kegiatan-kegitan sosial jauh lebih baik dilakukan daripada merasa paling benar, apakah di bayar untuk berkata menyerang verbal terhadap orang lain?, bila tidak, sungguh sangat sia sia, apakah mungkin perjuangan dengan seperti itu membuat orang tertarik ? saya yakin tidak.

Di tengah pandemi seperti sekarang masih banyak kegiatan positif yang bisa kita lakukan, terlebih yang mempunyai kelebihan harta, masih banyak kanan kiri kita memerlukan bantuan, saya yakin yang merasa paling, pastinya mempunyai kelebihan materi untuk membantu saudara yang sedang kesusahan, karena bila tidak?, sungguh memalukan, pede menghakimi orang lain yang terlebih terhadap yang tidak kenal seperti di media sosial pada umumnya.

Pastinya kita tidak asing mendengar hadist di bawah ini:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289). 

Mari semampu kita, kita aplikasikan, bila tidak mampu cukuplah berhenti melakukan hal hal yang membuat orang lain tidak nyaman, pastinya kita punya tujuan hidup yang benar di dunia ini bukan?, karena akan ada hari pertanggujawaban atas lisan yang menyakiti, pahala belum seberapa untuk apa kita memupuk dosa, kasihanilah diri sendiri atas hal hal yang tidak guna.

Karena bermanfaat untuk orang lain itu bikin hidup lebih hidup..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *